Buku Best Practices: Pemburu Bumil Risti Banyuwangi

Sabtu, 01 Desember 2018 - 16:27 WIB

Untuk mengatasi tinggi AKI/AKB, pada Oktober 2016 Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi membentuk Pemburu Bumil Risti. Para pemburu tersebut tentunya individu-individu yang mempunyai mobilitas tinggi. Selain itu, keberadaannya sudah dikenal dan dapat diterima oleh masyarakat, terutama kalangan perempuan. Tukang sayur keliling atau yang di Banyuwangi biasa dikenal dengan sebutan mlijo telah diidentifikasi Tim Zero AKI/AKB sebagai alternatif terbaik untuk menjadi pemburu Bumil Risti. Belum ditemukan juga adanya referensi ataupun berita selama ini tentang pendayagunaan tukang sayur keliling sebagai pemburu Bumil Risti di Indonesia.

            Pendayagunaan tukang sayur keliling sebagai Pemburu Bumil Risti setidaknya memenuhi tiga alasan strategis. Pertama, hampir dapat dipastikan bahwa di setiap desa selalu ada tukang sayur keliling yang mulai berjualan setelah sholat Subuh hingga kurang lebih pukul 10 pagi setiap harinya. Dengan mendayagunakan tukang sayur yang ada di Banyuwangi yang jumlahnya mencapai ratusan maka desa-desa yang ada dapat dijangkau dengan lebih mudah. Bahkan, sebelum Puskesmas buka sekalipun, mereka sudah lebih dulu bekerja. Dengan memanfaatkan tukang sayur yang ada, maka tidak perlu merekrut tenaga kerja secara khusus yang membutuhkan biaya yang banyak, waktu yang bertahun-tahun, dan proses yang berliku.

            Kedua, sudah bisa dipastikan juga bahwa langganan utama tukang sayur adalah para ibu rumah tangga. Karena berinteraksi setiap hari, maka kedekatan dan kepercayaan antara penjual dan pembeli sudah terbangun dengan sangat baik. Informasi-informasi di luar jual-beli sayur seringkali mengalir begitu saja. Termasuk informasi tentang siapa saja warga desa yang sedang hamil saat ini dan bagaimana kondisi sosial, fisik, dan mentalnya. Dengan sedikit pelatihan tentang ciri-ciri Bumil Risti maka para tukang sayur keliling tersebut dapat menjadi pemburu Bumil Risti yang handal dan akurat.

            Ketiga, tingkat pemanfaatan teknologi informasi di antara tukang sayur di Banyuwangi sudah relatif tinggi. Dari pengamatan awal yang dilakukan oleh Tim Zero AKI/AKB, hampir semua tukang sayur melengkapi diri dengan telepon genggam (handphone). Bahkan, sebagian dari mereka sudah akrab dengan telepon pintar (smartphone). Para tukang sayur ber-handphone inilah yang potensial untuk difungsikan sebagai pemburu Bumil Risti. Tentunya, ada skema insentif yang ditawarkan jika mereka berhasil menemukan Bumil Risti. Selain itu, sebuah aplikasi smartphone yang sederhana dalam hal pelaporan Bumil Risti juga dibangun untuk menunjang pekerjaan para pemburu Bumil Risti ini. 

Lebih lanjut, silakan download Buku Best Practice inovasi ini di tautan halaman ini (PDF).

Image:

File:

Download PDF


Komentar:
Tidak ada komentar.
Didukung oleh