Inovasi Pencegahan Penyakit Kardiovaskular Melalui Program SMARThealth

Kamis, 14 Juni 2018 - 19:22 WIB

Oleh:

Sujarwoto MPA PhD*

Penyakit kardiovaskular khususnya penyakit jantung koroner dan stroke menyebabkan kematian sepertiga penduduk dunia (WHO, 2017). Di Indonesia, penyakit jantung koroner dan stroke menjadi penyebab kematian tertinggi sejak tahun 2013. Riskesdas (2013) melaporkan 7,2 juta (42,3%) kematian di Indonesia disebabkan penyakit jantung koroner dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan stroke. Pada tahun 2013 didiagnosis satu dari 200 orang Indonesia terkena penyakit jantung koroner. Prevalensi penyakit jantung koroner meningkat seiring dengan menuanya usia, ditemukan prevalensi tertinggi pada usia 65-74 tahun, 2% dari total penduduk usia tersebut terdiagnosis penyakit jantung koroner. Hipertensi adalah salah satu penyebab utama stroke dan serangan jantung di Indonesia. Hipertensi bisa dicegah dengan mempraktekkan gaya hidup sehat dan/ atau pengobatan secara rutin, dengan obat yang tepat.

Sistem perawatan primer di Indonesia

Pencegahan penyakit kardiovaskular yang efektif membutuhkan sistem layanan kesehatan dasar yang kuat. Sistem pelayanan kesehatan dasar yang ada di Indonesia saat ini sangat tergantung pada ketersediaan dokter di Puskesmas. Dengan jumlah dan kapasitas dokter Puskesmas yang sangat terbatas, perlu adanya strategi pemenuhan tenaga kesehatan alternatif.

SMARThealth adalah aplikasi teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. SMARThealth mendukung pelayanan kesehatan preventif di masyarakat dan rumah tangga melalui penguatan dan pemberdayaan sistem pelayanan kesehatan dasar yang sudah ada.

Inovasi SMARThealth

SMARThealth adalah terobosan baru layanan dasar tata laksana risiko penyakit jantung untuk mengatasi buruknya layanan kesehatan di pedesaan khususnya di negara berkembang. SMARThealth memiliki keunggulan utama: Inovatif, sederhana, berbasis teknologi smartphone yang murah, melibatkan tenaga kesehatan yang lebih banyak dengan ongkos yang lebih murah, sistem pengambilan keputusan klinis berbasis elektronik, dan berbasis bukti, kualitas terkontrol terjamin dengan biaya terjangkau.

Inovatif, sederhana, berbasis teknologi smartphone yang murah

SMARThealth menyediakan aplikasi berbasis dalam smartphone yang menyediakan catatan riwayat kesehatan elektronik, diagnosis berbasis elektronik, pengukuran risiko kardiovaskular berbasis eletronik dan serangkaian algoritma yang memungkinkan pengelolaan pasien risiko jantung tinggi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Melibatkan tenaga kesehatan yang lebih banyak dengan ongkos yang lebih murah

Aplikasi SMARThealth berkerja dengan prinsip “pendelegasian tugas” dimana beberapa tugas rutin dokter dan perawat diserahkan kepada kader kesehatan terlatih.  Ini dapat dilakukan karena aplikasi teknologi digital yang di desain sederhana, mudah digunakan, inovatif, terjangkau namun mampu menyediakan sistem pengambilan keputusan klinis bagi dokter secara akurat

Sistem pengambilan keputusan klinis berbasis elektronik

Aplikasi SMARThealth dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi berbasis pelanggan, kemajuan klinis dan riwayat pengobatan pasien untuk memastikan keamanan dan kualitas layanan.  Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan aplikasi pendukung untuk memperbaiki sistem administrasi layanan kesehata melalui e-supply/chain dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkala melalui e-training.

Berbasis bukti, kualitas terkontrol terjamin dengan biaya terjangkau.

Aplikasi SMARThealth memungkinkan kader kesehatan terlatih melakukan skrining risiko jantung berbasis elektronik secara akurat dengan standar carta faktor risiko penyakit jantung terbaru dari WHO. Melalui aplikasi ini data pasien secara otomatis terunggah ke aplikasi catatan medis pasien di Puskesmas yang bisa diakses dokter untuk penanganan dan pengobatan lebih lanjut. Selanjutnya, kader kesehatan menerima umpan balik penanganan dari dokter yang memungkinkannya melakukan monitoring pasien secara rutin. Melalui aplikasi, dokter dapat mengirimkan pesan kepada kader tentang diagnosis dan pengelolaan pasien secara berkesinambungan.

SMART health memperbaiki sistem layanan kesehatan melalui:

  • Penyediaan peralatan medis dasar yang dapat digunakan oleh kader kesehatan, perawat dan dokter Puskesmas untuk mengukur risiko penyakit. kardiovaskular yang dilengkapi dengan sistem pendukung pengambilan keputusan klinis.
  • Penyediaan komputer tablet beserta aplikasi yang memungkinkan kader kesehatan untuk mengumpulkan informasi status risiko penyakit kardiovaskular, melakukan promosi kesehatan jantung dan merujuk pasien berisiko tinggi ke dokter atau perawat.
  • Penyediaan sistem rekam medis elektronik yang memungkinkan data medis pasien terkirim secara aman dan dapat diakses dalam server terpusat.
  • Penyediaan aplikasi yang memungkinkan perawat dan dokter memberikan saran tentang pola hidup sehat dan peresepan obat pada pasien risiko tinggi berdasarkan data yang dikirimkan oleh kader kesehatan dan informasi yang diperoleh dalam konsultasi dokter dengan pasien.
  • Penyediaan sistem yang secara otomatis memperingatkan pasien risiko tinggi untuk memeriksakan penyakitnya kembali ke dokter dan perawat maupun dikunjungi oleh kader serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
  • Pemantapan siklus pelayanan yang mengandalkan promosi kesehatan di seluruh lapisan masyarakat, pelatihan dan pemberian insentif berbasis kinerja kepada petugas layanan kesehatan, dan dukungan penyediaan obat esensial.

SMARThealth di Indonesia

Program SMARThealth diujicobakan di empat desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur sejak bulan April 2017 sampai dengan Maret 2018 (12 bulan). Pada saat yang sama, data dikumpulkan pada empat desa kontrol yang memiliki karakteristik sosio-ekonomi yang relatif sama. Hasil program ini menunjukkan:

  1. Kader SMARThealth mampu melakukan cek kesehatan pada hampir 11,000 penduduk (91%) total penduduk usia >40 tahun di desa SMARThealth.
  2. Sekitar 1 dari 4 orang penduduk yang diperiksa (23%) diidentifikasi memiliki risiko penyakit kardiovaskular tinggi dan kemudian dirujuk ke dokter atau perawat untuk perawatan lebih lanjut. Sebagian besar mereka yang berisiko tinggi dikunjungi kembali oleh kader untuk memastikan keberlanjutan perawatan.
  3. Di akhir program, sebagian besar pasien di desa SMARThealth mendapatkan layanan pengobatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pasien di desa kontrol. Dampak program terhadap akses obat penurun hipertensi sangat besar.
  4. Penurunan tekanan darah pasien risiko tinggi di desa SMARThealth jauh lebih baik dibandingkan pasien di desa kontrol.
  5. Berdasarkan hasil ini SMARThealth diprediksi mampu mencegah 1 dari 3 pasien mengalami serangan jantung dan stroke dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti bisa menghemat biaya sekitar 70 juta rupiah per kasus stroke/serangan jantung di Indonesia.
  6. Masyarakat di desa SMARThealth, serta staf Puskesmas dan Dinas kesehatan setempat sangat mendukung program SMARThealth. Mereka menghendaki keberlanjutan dan perluasan program ini kedepannya karena memiliki manfaat yang nyata.

Dengan memperluas pelaksanaan program ini di seluruh Indonesia, dampak potensial program ini untuk menghindari kematian dini dan kecacatan sangatlah besar. 

 

* Staf pengajar pada Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang. 

 

File dalam Bahasa Inggris (PDF) dapat didownload di tautan di bawah ini.

Image:

File:

Download PDF


Komentar:
Tidak ada komentar.
Didukung oleh