Ummi Persameda dan Bunda Kespro di Bondowoso

Senin, 13 Juni 2016 - 05:18 WIB
Ilustrasi ©JIPPJATIM

Arti dari Ummi Persameda adalah sebagai berikut. Ummi adalah Ibu. Sedangkan Persameda adalah singkatan dari Persalinan Aman Inisiasi Menyusui Dini dan Asi Eksklusif, Jadi arti dari Ummi Persameda adalah Ibu yang mendukung dan peduli tentang Ibu Hamil yang bersalin ke tenaga kesehatan, ibu yang mendukung dan peduli tentang inisiasi menyusui dini (IMD) dan ibu yang mendukung dan peduli tentang pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia enam bulan.

Persalinan aman adalah proses persalinan di fasilitas kesehatan yang ditangani oleh tenaga yang kompeten. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah melahirkan

Tujuan dari Ummi Persameda adalah untuk menuju masyarakat Bondowoso sehat dengan menyukseskan program kesehatan ibu dan anak (keputusan bupati nomor : 188.45/450.a/430.62/2012). Sedangkan tujuan khususnya adalah:

  1. Percepatan penurunan AKI ( Angka Kematian Ibu ) dan AKB ( Angka Kematian Bayi ) di Kabupaten Bondowoso
  2. Persalinan aman ke tenaga kesehatan yang kompeten dan di fasilitas kesehatan
  3. Mengawal 1000 hari pertama kelahiran bayi dengan IMD ( Inisiasi Menyusu Dan ASI eksklusif )

Tugas pokok Ummi Persameda adalah Mendukung percepatan penurunan AKI (angka kematian ibu) dan AKB (angka kematian bayi) di Kabupaten Bondowoso, Memberikan KIE ( komunikasi informasi dan edukasi) tentang kesehatan ibu dan bayi; persalinan aman di fasilitas kesehatan yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan, mengawal 1000 hari pertama kelahiran bayi dengan IMD (inisiasi menyusu dini) dan asi eksklusif ), Memberdayakan ibu2 di desa untuk ikut serta dalam deteksi dini kehamilan risiko tinggi (hamil risti), Ikut serta dalam mendukung program P4K dengan stiker

Latar belakang yang mendasari dicanangkannya Ummi Persameda dan Bunda Kespro ini adalah kematian ibu dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak lama telah menjadi masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Sekitar 25-50% kematian perempuan usia subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. World Healt Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 20 juta perempuan mengalami kesakitan sebagai akibat kehamilan. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, Hasil Survei Demogafi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2012 terdapat kenaikan Angka Kematian Ibu (AKI) yang cukup drastis dari 228 atau 100.000 kelahiran hidup (KH) menjadi 359 atau 100.000 kelahiran hidup (KH)

Angka Kematian Ibu disebabkan oleh adanya faktor risiko kehamilan yang tidak tertangani dengan baik sehingga berdampak terhadap peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). Banyak di antara ibu yang tidak dikategorikan berisiko, ternyata mengalami komplikasi dan sebaliknya

Pernikahan pada usia dibawah 20 tahun di Kabupaten Bondowoso sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) menunjukkan bahwa pada 2009 mencapai 51,19 %, pada 2010 sebanyak 51,20%. Sedangkan pada 2011 sebanyak 50,92%. Hal ini berdampak pada tingginya angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan 2011, 5 orang ibu yang melahirkan di bawah umur meninggal saat persalinan.

Di Bondowoso, Angka Kematian Ibu (AKI) fluktuatif, Adapun data Angka Kematian Ibu di Bondowoso tercantum pada tabel .

No

Tahun

Angka Kematian Ibu (AKI)

1

2011

147,98 /100.000 KH

2

2012

109,5 / 100.000 KH

3

2013

206,4 / 100.000 KH

4

2014

156,2 / 100.000 KH

5

2015

184/100.000 KH

 

Sumber Data : LB3 KIA Dinas Kesehatan Bondowoso Tahun 2015

 

Kegiatan yang telah dilakukan dalam Ummi Persameda:

  • Pelatihan kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia pernikahan bagi ustadz.
  • Lomba ceramah tujuh menit tentang persalinan aman, inisiasi menyusu dini dan asi eksklusif serta kesehatan reproduksi
  • Pengukuhan TPPKK kabupaten bondowoso sebagai umi persameda dan bunda kesehatan reproduksi
  • Melaksanakan MoU antara Dinas Kesehatan Propinsi dengan Kementerian Agama tentang penyusunan dan distribusi calon pengantin
  • Pengukuhan umi persameda dan bunda kespro kecamatan dan desa
  • Peningkatan kapasitas umi persameda dan bunda kesehatan reproduksi
  • Evaluasi dan monitoring kegiatan umi persameda dan bunda kesehatan reproduksi

Bunda kespro adalah ibu yg peduli tentang kesehatan reproduksi khususnya kesehatan reproduksi remaja, Latar belakang yang mendasari hal tersebut adalah Pernikahan pada usia dibawah 20 tahun di Kabupaten Bondowoso sangat tinggi dan AKI yg tinggi

Tabel Angka Kematian Ibu di Bondowoso

Tahun

Angka Kematian Ibu (AKI)

2011

147,98 /100.000 KH

2012

109,5 / 100.000 KH

2013

206,4 / 100.000 KH

2014

156,2 / 100.000 KH

2015

184/100.000 KH

  • AKB juga tinggi
  • Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yg rendah
  • Cakupan ASI eksklusif rendah

Tujuan bunda kespro adalah meningkatnya kesehatan reproduksi remaja Kabupaten Bondowoso. Adapun yang terlibat didalamnya adalah Dinas Kesehatan, Badan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) desa,kecamatan dan kabupaten,Puskesmas, Kinerja USAID, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Edellweis, Paguyuban Guru Peduli Kespro (PGPK), Ustadz/Kyai, dan Komunitas Langit Biru.

Tokoh kunci masyarakat terlibat dalam kampanye kesehatan reproduksi di kecamatan sesuai dengan keahlian masing-masing. Misal, tokoh agama dan PGPK mengkampanyekan kesehatan reproduksi dari sisi budaya dan agama sementara Dinas Kesehatan dan puskesmas memberikan paparan dari tinjauan medis.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Bunda Kespro adalah:

  1. Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Guru SMP 
  2. Pelatihan Kesehatan reproduksi dan Pendewasaan Usia Pernikahan bagi Ustadz 
  3. Lomba Ceramah Tujuh menit tentang Persalinan Aman
  4. Inisiasi Menyusu Dini dan Asi Eksklusif serta Kesehatan Reproduksi
  5. Pengukuhan TPPKK kabupaten Bondowoso sebagai Umi Persameda dan Bunda Kesehatan Reproduksi
  6. Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini di Tingkat Kecamatan dan Desa bagi orang tua dan remaja
  7. Pemilihan Duta Kesehatan Reproduksi, Melaksanakan MOU antara Dinas Kesehatan Propinsi dengan Kementerian Agama tentang penyusunan dan distribusi Calon pengantin
  8. Pengukuhan Umi Persameda dan Bunda Kespro kecamatan dan desa
  9. Pelatihan pembuatan media promosi kesehatan reproduksi bagi remaja
  10. Pembentukan Kelas remaja di semua desa sejumlah 219 desa
  11. Peningkatan Kapasitas Umi Persameda dan Bunda Kesehatan Reproduksi.

Semua ikhtiar tersebut bermuara untuk mewujudkan masyarakat Bondowoso yang semakin sehat,mandiri dan berkeadilan.

Sumber: Disarikan dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik SINOVIK 2016 KemenPANRB

Informasi Selengkapnya: Download PDF
Kategori: Kesehatan
Personal Kontak : Titik Erna Erawati
Instansi : Dinkes Bondowoso



Komentar:
Tidak ada komentar.
Didukung oleh
NEWSLETTER

Daftarkan alamat email Anda di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Direktori JIPPJATIM