Instagram Turunkan Kematian Pasien Emergency

Senin, 23 Mei 2016 - 01:44 WIB
Red zone di IGD RSUD dr Iskak Tulungagung.

 

RSUD dr Iskak Tulungagung menghadapi beragam permasalahan dalam pelayanan gawat darurat (emergency). Tingginya angka kematian kurang dari 24 jam (masa kritis) merupakan masalah paling serius. Lainnya, kerancuan pemilahan tingkat kegawatan dan tingginya keluhan masyarakat. Belum memiliki dokter spesialis emergency dan perawat terlatih merupakan masalah berikutnya.

Situasi serupa sudah lama dihadapi hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Semakin banyak kunjungan pasien, semakin menambah variasi problem. Ironisnya, masalah tersebut dianggap biasa bagi manajemen rumah sakit.

RSUD dr Iskak membuat terobosan dengan mendesain ulang manajemen kegawatdaruratan. Instalasi Gawat Darurat Modern (Instagram) menjawab tantangan tersebut. Instagram merupakan pelayanan kegawatdaruratan dengan menggunakan sistem Patient Acuity Category Modifikasi.

Zona Respons

Instagram menganut modern emergency department. Sistem ini merupakan pelayanan kegawatdaruratan yang mengutamakan kecepatan, ketepatan dan keamanan dengan menggunakan zona respons.

Pemilahan pasien gawat darurat dilakukan sejak di triage primer. Pasien dengan kondisi gawat darurat langsung dimasukkan ke zona kritis (red zone), dengan response time nol (0) menit.  Pasien tidak gawat darurat dilakukan pemeriksaan di ruang triage sekunder. Selanjutnya mendapat pelayanan sesuai dengan kategori tingkat kegawatan.

Pasien dalam kondisi kritis masuk ke red zone. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan serba canggih. Semua peralatan bantuan hidup dasar dan penunjang diagnostik tersedia disana. Pasien ditangani langsung dokter spesialis emergensi yang siaga 24 jam.

Pasien dengan kondisi semi kritis dimasukkan ke yellow zone dengan response time 15 menit. Di yellow zone pasien dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kasusnya. Pasien dilakukan pemeriksaan penunjang untuk penegakan diagnosanya. Selama 2 jam, diagnosa harus sudah tegas dan pasien bisa dilanjutkan ke ruang perawatan.

Sedangkan untuk pasien yang tidak gawat dan tidak darurat dimasukan ke ruang green zone dengan response time 30 menit. Penanganan pasien di green zone seperti layaknya di poliklinik. Pasien dilakukan pemeriksaan, di lakukan pengobatan langsung pulang atau observasi 2 jam.

RSUD dr Iskak selain melayani kegawatdaruratan di Kabupaten Tulungagung telah di tetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional. Sehingga menerima rujukan kegawatdaruratan dari Kabupaten Blitar, Trenggalek, Pacitan, dan Kota Blitar, 

Keterbatasan anggaran bukan suatu hambatan untuk melakukan inovasi. Atas rekomendasi Bupati Tulungagung, RSUD dr Iskak berani mengajukan kredit ke Bank Jatim. Kredit senilai Rp 13 miliar dari Bank Jatim dipergunakan untuk membiayai pembangunan gedung IGD modern.

Sedangkan pemenuhan peralatan canggih untuk kebutuhan Instagram dibeli menggunakan anggaran APBD dan APBN. Pemenuhan kebutuhan SDM, baik jumlah maupun peningkatan kemampuannya menggunakan dana BLUD.

 

TEMS

RSUD dr Iskak tidak berhenti untuk melakukan inovasi. Pada 2014 merencanakan Pengembangan Instagram dengan program pre-hospital melalui Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS). Pada 2015, Instagram dan TEMS dioperasionalkan secara terintegrasi.

Pelayanan pre-hospital dilakukan oleh tim pre hospital care (PHC) dari Puskesmas se-kabupaten Tulungagung. Tim PHC dilengkapi dengan sarana komunikasi dan Android yang terintegrasi dengan Instagram. Program ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Menurut Menkes saat mengunjungi lokasi bahwa program Tulungagung Emergency Medical Services ini adalah yang pertama di Indonesia. "Sistem ini sudah sangat komprehensif. Program ini akan dijadikan percontohan untuk daerah-daerah lain di Indonesia,“ kata Menkes.

Sejak 2013 Instagram operasional dan dilanjutkan 2015 TEMS, perbaikan pelayanan berhasil dicapai. Penurunan angka kematian kurang dari 24 sebanyak 10 permil. Response time pasien gawat darurat nol (0) menit, penurunan jumlah komplain, perbaikan IKM. Terbangunnya call center kegawatdaruratan, dan pencapaian pelayanan kegawatdaruratan berstandar Internasional.

Untuk menjamin keberlanjutan Instagram dan TEMS. Bupati Tulungagung menetapkan Peraturan Bupati nomor 29 tahun 2015 tentang Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Kabupaten Tulungagung. Ini adalah bentuk dari pengejawantahan jargon kota marmer “Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto

Selain pengakuan dari kementerian kesehatan, Instagram dan TEMS mendapat pengakuan dari KemenPANRB. Penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik merupakan penghargaan dari Kemenpan & RB.  

Keberhasilan Instagram dan TEMS  ini tidak terlepas dari komitmen Kepala Daerah. Koordinasi lintas sektor merupakan sinergitas dalam pelayanan Instagram. RSUD dr. Iskak, Dinas Kesehatan, Kepolisian dan BPBD teringrasi dalam Instagram dan TEMS.

Instagram dan TEMS ini telah di jadikan pembelajaran bagi daerah lain. Baik di jawa maupun luar Jawa. Hal ini terbukti telah banyak kabupaten/kota di Indonesia yang berkunjung ke IGD RSUD dr Iskak. Bahkan ada kabupaten langsung mereplikasinya dengan modifikasi sesuai konten lokal. 

Sumber: Disarikan dari Proposal SINOVIK 2016 KemPANRB dan hasil Bimtek penyusunan informasi Know-How Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur. Diselenggarakan oleh Pemprov Jatim-KOMPAK, 25-26 Juli 2016 di Hotel Santika Surabaya.

Informasi Selengkapnya: Download PDF
Kategori: Kesehatan
Personal Kontak : Sujianto
Instansi : RSUD dr Iskak Tulungagung



Komentar:
Tidak ada komentar.
Didukung oleh