Merambah Layanan Kelas Dunia

Kamis, 20 September 2018 - 11:29 WIB
JAWARA-Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo) menerima dua penghargaan Top 99 Sinovik dari MenPANRB Syafruddin untuk inovasi Kabinet Arabika Disbun dan Simpadu-PMI DIsnaker di Surabaya tadi malam.

Sejak 2014, setiap tahun dirilis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional. Inovasi-inovasi tersebut dihasilkan oleh kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Lalu, kemana arah strategi pengembangan inovasi-inovasi terpilih tersebut? Berikut laporannya.

PERSEMAIAN inovasi pelayanan publik tumbuh subur di Indonesia. Dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang sudah empat kali diselenggarakan, kian tahun kian menggugah antusiasme. Bahkan, dari inovasi-inovasi juara, berhasil meraih juara inovasi internasional di level PBB.

Setelah lahir ratusan inovasi unggul, kini makin disadari bagaimana makin cepat menularkan aneka inovasi itu demi kemajuan bersama. Kemarin hingga tadi malam (19/9), di Hotel Shangri-La Surabaya, Kementerian PANRB, penyelenggara Sinovik, menggelar Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik 2018. Pada forum yang dihadiri oleh delegasi dari kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah tersebut dipaparkan beberapa inovasi terbaik nasional. Salah satunya adalah inovasi Program Pengendalian Malaria melalui Sistem Early Diagnosis and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.  

Inovasi tersebut juga menorehkan prestasi di tingkat internasional. EDAT berhasil menjadi Juara I wilayah Asia Pasifik dalam UNPSA (United Nations Public Service Awards) 2018 untuk kategori Reaching the Poorest and Most Vulnerable through Inclusive Services and Partnerships (Menjangkau Kelompok Termiskin dan Paling Rentan melalui Layanan dan Kemitraan Inklusif).

Pada kompetisi tahunan yang digelar oleh PBB tersebut, sebenarnya dua inovasi Indonesia berhasil masuk sebagai finalis. Yakni, inovasi EDAT dari Teluk Bintuni dan Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) dari Pemprov Jatim.

Dua inovasi tersebut masuk dalam Top 99 Sinovik. Inovasi-inovasi semacam inilah (peraih Top 99) yang saat ini menjadi perhatian Kementerian PANRB untuk disebarluaskan dan direplikasi oleh daerah lain. Karena itu, mulai tahun 2019 Kementerian PANRB akan memprioritaskan transfer pengetahuan atau replikasi.

"Replikasi inovasi sudah masuk menjadi bagian dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024," kata deputi bidang pelayanan publik Kementerian PANRB Diah Natalisa. Hal itu disampaikan deputi saat membuka Forum Replikasi itu. Ini bagian bagian strategi mewujudkan pelayanan publik kelas dunia pada 2024. Yakni, optimal dari segi efektivitas dan efisiensi, serta inklusif (tanpa diskriminasi).

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan lewat berbagai inovasi menjadi kata kunci. Inovasi pelayanan publik saat ini menjadi semacam shortcut atau jalan pintas untuk memperbaiki pelayanan publik yang diterapkan oleh banyak negara.

Berbagai lembaga internasional seperti UNDESA (United Nations Department of Economic and Social Affairs) lewat kompetisi inovasi UNPSA, sejak 2003, terus mendorong pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar penyelenggara pelayanan publik di tingkat global. Lembaga ini secara serius menghargai para pelayan publik yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perbaikan pelayanan publik melalui UNPSA.

Selain itu juga terdapat OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang sangat fokus pada pengembangan inovasi pelayanan publik melalui Observatory of Public Sector Innovation (OPSI) yang khusus melakukan kajian, seminar, workshop, menyusun annual report mengenai inovasi pelayanan publik dan bahkan juga mengadakan kompetisi semacam UNPSA, bekerja sama dengan Pemerintah Uni Emirat Arab, yaitu Call for Innovations. 

"Melihat perkembangan yang nyata ini, kita tidak boleh tinggal diam," ujarnya. 

Diah menilai pentingnya Forum Replikasi dilaksanakan, sebagai salah satu media untuk saling belajar dan mendapatkan inspirasi dari praktik-praktik pelayanan publik yang sudah diakui kemanfaatannya. 

Guru Besar Unsri Palembang ini menambahkan, selain mendapatkan pencerahan dan pembelajaran dari para inovator kelas dunia, Kementerian PANRB juga akan meminta pernyataan bahwa instansi yang hadir di forum ini sudah melakukan replikasi atau komitmen untuk melakukan replikasi inovasi pada tahun 2019. Caranya, bisa dengan mengadaptasi inovasi yang sudah dipelajari hari ini sesuai dengan kebutuhan di tempat masing-masing.

Selain Sekda Teluk Bintuni, Papua Barat, Gustaf Manuputty yang bercerita mengenai Inovasi EDAT, juga hadir Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang berbagi mengenai Inovasi Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) dari Kabupaten Sragen yang menjadi runner up wilayah Asia dan Pasifik pada UNPSA 2015 untuk kategori Promoting Whole of Government Approaches in the Information Age.

Sebagai tuan rumah Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga berbagi pengalaman dan pembelajaran mengenai Kepemimpinan Inovatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu yang menonjol dari kepemimpinan inovatif  adalah strategi pembiayaan pembangunan. Pembangunan Jatim tidak tidak disepenuhnya dibiayai oleh dana pemerintah. “Skema pendanaan dalam bentuk public-private partnership menjadi salah satu yang diterapkan,” kata Soekarwo.

Sebagai puncak acara, tadi malam diserahkan penghargaan kepada Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional. Ini merupakan hasil seleksi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2018 melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Syafruddin kepada sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, gubernur, bupati, dan wali kota. Hadir juga dalam malam penghargaan itu Acting Ambassador Republik Federal Jerman Hendrik Barkeling dan pimpinan GIZ Indonesia Phillips Johannsen.

Daftar lengkap para peraih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dapat dilihat di

https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/info-terkini/pengumuman-tentang-top-99-inovasi-pelayanan-publik-tahun-2018. Penyerahan hadiah Sinovik selalu di Jatim, karena provinsi ini selalu juara umum sejak Sinovik pertama 2014.(www.jpip.or.id)


Komentar:
Tidak ada komentar.
Didukung oleh